Minggu, 19 September 2010

Teknologi Kincir Angin



Gedung pencakar langit yang pertama untuk mengintegrasikankincir angin adalah Bahrain World Trade Center. Gedung pencatar langit setinggi 787 kaki ini memiliki desain unik sehingga mampu menghasilkan listrik sebesar 1,200-megawatt.
Turbin angin menyediakan 15 persen suplai listrik untuk untuk gedung pencakar langit terebut, jumlah yang sama yang digunakan untuk 300 rumah.
Untuk memutar tiga buah turbin angin dengan 29 meter diameter Bahrain World Trade Center memaksimalkan desainnya.
Bentuk kedua tower kembar yang meruncing menciptakan bentuk seperti terowongan (tunnel) sehingga terjadi tekanan negatif di belakang gedung. Ini menciptakan daya hisap sehingga kecepatan udara meningkat sampai 30 persen . Desain gedung pencakar langit ini juga mengurangi tekanan angin yang mengenai tower kekuatan angin lebih di arahkan ke turbin angin.

Peresmian Operasi Perdana Kereta Cepat Shinkansen Tipe N700 di Stasiun Shinagawa Tokyo, Jepang.



JR Tokai (Japan Railway Central) dan JR Nishi (Japan Railway West) di Stasiun Shinagawa Tokyo telah membuka upacara peresmian pemberangkatan perdana kereta cepat Shinkansen model baru tipe N700 pada jalur Tokaido Sanyo Shinkansen. Kereta tersebut merupakan hasil pengembangan bersama kedua perusahaan tersebut. Pemuculan pertama kereta tersebut dilalakukan dengan merubah jadwal 1 hari kereta yang digabung dengan pemberangkatan kereta Nozomi 99 sepur  nomor 1 tujuan Shinagawa-Hakata.
Kereta Tipe N700 ini berjalan dengan kecepatan maksimum 300km/jam dalam jalur Sanyo Shinkansen dan dalam jalur tikungan Tokaido
Shinkansen berjalan dengan kecepatan 270 km/jam tanpa harus menurunkan kecepatan dengan cara memiringkan gerbong(bodi) menggunakan air spring(suspensi udara).
Seluruh kursi penumpang kereta tersebut bebas rokok (dilarang merokok). Kereta tipe N700 ini menghubungkan Tokyo-Shin Osaka dengan kecepatan tempuh maksimum 2 jam 25 menit, sedangkan Tokyo-Hakata 4 jam 50 menit. Kereta Nozomi Nomor 99 yang telah di buat sebelumnya adalah Nozomi Nomor 1.  Pada upacara peresmian pelepasan keberangkatan kereta ini Presiden Direktur JR Central Mr. Masayuki Matsumoto pada sambutannya berkomentar bahwa “kereta ini adalah kereta berstandar tertinggi yang telah mengkonsentrasikan teknologi sekarang dengan prospek masa datang”.
Bola ornamen (kusudama) dipecahkan, Nozomi 99 yang telah hampir penuh mengangkut 1300 orang penumpang telah dilepas keberangkatannya pada pukul 6 pagi sesuai dengan waktu yang dijadwalkan, disaksikan oleh ratusan penggemarnya yang sudah berkumpul di peron untuk menyaksikan. Pada waktu yang bersamaan dari stasiun Shin Osaka kereta Nozomi 100 tipe N700 tujuan Tokyo juga telah dilepas keberangkatannya.
Untuk jalur Tokaido-Sanyo Shinkansen hadirnya gerbong kereta tipe baru ini merupakan hal yang pertama kali terhitung sejak 8 tahun lalu yakni saat pemunculan tipe 700 di tahun 1999. Jadwal baru perhari dioperasikan 8 armada pulang-pergi(outbound dan inbound) dan sampai periode akhir tahun 2007 akan diperbanyak sampai lebih dari 30 armada. (Sumber : Kantor Berita Kyodo 1Juli 2007, 11:01). (Indonesian Trsl copyright by Prasasti/ES Juli01'2007) 


Rabu, 08 September 2010

Teknologi Pembersih Laut Asli Indonesia


Tim peneliti Indonesia berhasil mengembangkan teknologi bioremedial yang bisa berguna untuk mengatasi pencemaran di laut. Teknologi tersebut berupa kultur bakteri yang akan menyerap bahan pencemar.

Selasa, 07 September 2010

Robot Cantik Dari Jepang


Tak lama lagi, robot cantik akan bisa menggantikan model di catwalk. Robot terbaru buatan Jepang ini tidak hanya cantik, tetapi juga bisa berlenggak-lenggok dengan pinggul bergoyang saat berjalan.

"Secara teknologi, ia sudah mencapai level tersebut," ujar Hiroshi Hirukawa, salah satu ilmuwan dari National Institute of Advanced Industrial Sciences and Technology, lembaga riset yang didukung penuh dana Pemerintah Jepang. Robot tersebut dipamerkan, Senin (16/3), dalam peragaan busana di Tokyo.

Saat berjalan, gerakan-gerakan kaki dan tangannya luwes seperti manusia. Ekspresi wajahnya juga dapat berubah-ubah dari sedih ke senang dengan mengatur gerakan mata dan mulut sesuai perintah.

Robot tersebut tampil dengan wajah khas wanita Jepang dengan kulit putih dan rambut hitam lurus sebahu. Tingginya 158 sentimeter dengan berat 58 kilogram. Sementara itu, bagian badannya masih berupa logam berwarna perak.

Selain model di catwalk, robot yang diberi nama HRP-4C itu mungkin dapat digunakan pula untuk menggantikan pemandu atau instruktur. Misalnya, pemandu arah di taman kota atau sekadar menggerak-gerakkan badan untuk memberi hiburan pengunjung tempat hiburan.

Sayang, harganya masih sangat mahal. Platform robot tanpa bagian wajah yang halus berbahan silikon akan dijual dengan harga 20 juta yen atau sekitar Rp 2,4 miliar.

Meski demikian, software yang mengatur gerakan robot tersebut akan disumbangkan kepada publik. Para pengembangnya berharap, komunitas robot di saluruh dunia dapat meningkatkan kemampuan robot tersebut dengan cepat.




Pesawat Kepresidenan Amerika


Mungkin mimpi barangkali presiden Indonesia punya pesawat khusus sekaliber Air force one. Beli mobil untuk mentri aja ribut, apa lagi pesawat?

Kita intip saja pesawat kepresidenan Amerika yang lebih di kenal dengan sebutan "Air force one". Sebenarnya Air force one itu adalah nama panggilan radio oleh pilot dan menara pengawas bandara untuk men identifikasi pesawat kepresidenan Amerika tersebut.

Pesawat kepresidenan Amerika yang di gunakan adalah jenis Boeing 747-200B. Pesawat kepresidenan Amerika ini ada dua dengan kode 28000 dan 29000.

Sebagai pesawat kepresidenan, tentu pesawat ini di lengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari inteior yang super nyaman sampai masalah keamanan yang super ketat.

Spesifikasi Pesawat Kepresidenan Amerika

Air force one di gerakan empat mesin jet General Electric CF6-80C2B1 yang masing -masing bertenaga 56.700 pon. Berikut data - data lengkap tentang peswat amerika
Panjang
70.7 meter
Tinggi
19,3 meter
Bentang sayap
59.6 meter
Kecepatan
630 mile per jam (Mach 0.92)
Atap
45,100 feet (13,746 meter)
Berat Maximum Takeoff
833,000 pound (374,850 kilogram)
Daya Jangkau
12,550 kilometer
Awak Kabin
26 (penumpang/kapasitas kabin: 102)

Interior Air Force One


Ruang dalam pesawat kepresidena amerika ini di bagi atas tiga tingkatan. Lantai dasar sebagai ruang kargo untuk menyimpan berbagai kebutuhan selama perjalanan presiden Amerika. Lantai dua merupakan ruang penumpang yang mirip dengan hotel mewah. Sedangkan lantai tiga merupakan tempat peralatan komonikasi.

Karena basis pesawat ini adalah boeing 747-200 di perkirakan pesawt kepresidenan ini memiliki beberapa ruangan seperti:
  • Ruang staf kepresidenan
  • Dapur
  • Ruang konferensi pers dan ruang makan
  • Ruang presiden lengkap dengan ruang kerjanya
  • Ruang awak pesawat lengkap dengan ruang tidurnya.
Keistimewaan Air Force One


Karena pesawat ini di pakai oleh presiden Amerika yang kita tahu sering melakukan perjalanan dinas dari satu negara kenegara lain, tentu pesawat ini harus i lengkapi dengan berbagai fasilitas kelas atas agar sang presiden bisa merasa aman dan nyaman.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan untuk 100 penumpangnya, peswat ini dilengkapi dengan 2 dapur. Stock makana di simpan pada frezeer di lantai dasar. Cadangan makanan sanggup mensuplai untuk 2000 porsi.

Pesawat juga di lengkapi dengan fasilitas ruang medis lengkap dengan meja operasi dan dokter kepresidenan. 85 sambungan telepon, 19 televisi, mesin fax, serta koneksi internet.

Panjang kabel peralatan elektronik pesawat kerpesidenan ini 238 mil atau dua kali lebih panjang dari pesat normal. Kabel-kabel ini di lindungi dengan sejenis lapisan agar mampu menahan gelombang kejut gelombang elektromagnetik saat terjadi ledakan nuklir.

Untuk pertahanan diri pesawat ini di lengkapi dengan electronic counter measures (ECM) untuk men jam (acak) radar musuh saat di serang. Selain itu pesawat juga di lengkapi dengan flares untuk mengecoh rudal musuh.

Memasyarakatkan Iptek, Belajar dari Jepang


JEPANG sekarang memang sedang berjuang keras untuk mencegah kebangkrutan ekonominya. Meskipun demikian, tak pelak lagi, Jepang masih nomor satu di Asia dalam hal penguasaan iptek. Bagi masyarakat Jepang informasi hasil perkembangan iptek nampak sudah menjadi teman sehari-hari.
Alat-alat listrik berteknologi baru bersaing muncul satu per satu di dunia industri elektronik, menawarkan alternatif baru pada konsumen. Dari kulkas berenergi rendah sampai mesin cuci dengan prinsip gelombang sonik yang tak perlu sabun cuci. Mobil hibridisasi yang ramah lingkungan karena tak banyak mengeluarkan gas karbon dioksida berlomba-lomba muncul di pasaran. Di bidang bioteknologi, Jepang mengejar ketinggalannya dari Amerika dan Eropa, dengan menyelesaikan pembacaan genom beberapa mikroba yang bernilai industri. Juga menyaingi Eropa dalam teknologi sapi kloning.
Implementasi konsep sosiolisasi iptek tampaknya telah begitu lekat dalam infra struktur masyarakat Jepang. Iptek telah menjadi budaya yang telah menginternalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Media massa, industri, lembaga pendidikan (dari SD sampai universitas), dan lembaga penelitian pemerintah membuat kerja sama sinergis tanpa gembar-gembor dalam sosialisasi iptek.
Peran lembaga pendidikan
Budaya iptek Jepang adalah cerminan dari perkembangan iptek Jepang sendiri yang maju begitu pesat sejak kekalahannya dalam perang dunia kedua. Tahun 1958 Jepang mencanangkan pembebasan dari ketergantungan impor dan menjadi negara mandiri dalam memproduksi dengan berbasis iptek. Bersamaan dengan itu sosialisasi dan pendidikan iptek pada publik mulai gencar ditanamkan (Buku Putih Iptek Jepang).
Pada tahun tersebut juga mulai diterapkan pendidikan iptek sejak dini lewat pendidikan formal dari SD, SMP, SMA sampai universitas. Semangat untuk meneliti telah mulai ditanamkan sejak SD. Setiap liburan panjang para murid SD mendapat pekerjaan rumah penelitian bertema bebas. Hasil penelitian mereka dibuat laporan dan diumumkan di depan teman-teman sekelas.
Pada tingkat SMP dan SMA, setiap liburan musim panas, para guru ilmu alam dituntut untuk menyerahkan proporsal penelitian yang bisa dilaksanakan bersama-sama satu kelas.
Sedangkan pada tingkat perguruan tinggi, perguruan tinggi menempati peran sangat strategis. Di universitas Jepang berkumpul sepertiga dari keseluruhan jumlah tenaga peneliti yang berjumlah total 730.000 orang, dan sekitar 20 persen dari dana penelitian yang dianggarkan negara (sekitar 3.2 trilyun yen) dialokasikan untuk pengembangan riset dan penelitian di universitas (Departemen ekonomi, perdagangan, dan industri Jepang).
Karena itu di Jepang, universitas selain sebagai lembaga pendidikan yang menyuplai SDM-SDM spesialis juga adalah lembaga penelitian. Kegiatan penelitian di universitas telah dimulai secara struktur sejak tahun keempat undergraduate. Ini yang membedakan Jepang dengan Amerika Serikat.
Pada tahun kedua atau ketiga, para mahasiswa diprogramkan untuk melakukan kunjungan ke berbagai perusahaan. Tujuannya, di samping untuk memberi wawasan para mahasiswanya untuk memilih pekerjaan yang sesuai minatnya di masa depan, juga memberikan wawasan mereka tentang penerapan iptek secara riil di dunia industri.
Universitas juga dituntut untuk melayani masyarakat dalam informasi ilmiah dan kerja sama dengan pihak industri. Kerja sama dengan berbagai pihak industri dikenal dengan san-gaku-renkei (san berarti industri, gaku berarti dunia akademis, dan renkei berarti kerja sama), yang melahirkan kerja sama sinergis dalam pengembangan iptek. Pengembangan riset dasar dilakukan di universitas, sedangkan aplikasi dan komersialisasinya dilakukan oleh pihak industri.
Selain itu pelayanan kepada masyarakat sekitar kampus diwujudkan dengan penyelenggaraan open campus secara periodik. Di mana dalam satu hari kampus dibuka untuk dikunjungi masyarakat umum. Setiap laboratorium dalam kampus mendemonstrasikan hasil penelitian yang menarik dan mudah dimengerti oleh masyarakat umum dari berbagai usia, dari anak kecil sampai kakek nenek. Walau open campus ini baru dipopulerkan tahun-tahun terakhir, ternyata mendapat sambutan yang sangat baik dari pihak universitas maupun masyarakat sekitar.
Selain open campus, banyak universitas yang menyelenggarakan program sekolah musim panas atau satu hari menjadi mahasiswa. Program ini mengundang murid-murid di level sekolah menengah untuk merasakan menjadi mahasiswa dalam satu hari. Atau merasakan penelitian di universitas selama sepekan dalam sekolah musim panas.
Kerja sama cantik
Tak dapat dipungkiri, media massa, telah menjadi alat penyebaran iptek yang sangat efektif di Jepang. Khususnya televisi menjadi ajang promosi sekaligus sosialisasi sains dan teknologi baru. Ini merupakan cerminan dari konsep iptek mereka. Bahwa pengembangan iptek ditujukan untuk kestabilan dan kemajuan ekonomi bangsa. Maka persaingan perusahaan-perusahaan besar di bidang penjualan produk-produknya adalah equal dengan persaingan hasil pengembangan riset dan teknologi selama bertahun-tahun.
Televisi di samping sebagai ajang iklan produk-produk berteknologi baru, juga alat informasi yang efektif untuk memasyarakatkan iptek. Stasiun televisi, dari yang milik pemerintah sampai swasta, seperti berlomba-lomba menyajikan acara yang berbau ilmiah atau berbau sains dan teknologi.
Acara ini dikemas dalam bentuk bermacam-macam. Jika anda mau yang ringan-ringan saja, anda bisa mengikuti acara TV yang berbentuk quiz. Anda tinggal pilih quiz yang mana yang anda sukai. Jika anda tertarik dengan dunia binatang, tertarik dengan ekologi mereka, namun tak ingin bermumet-mumet seperti mahasiswa di jurusan zoologi, anda bisa saksikan. Anda dapat memahami bahasan sambil tertawa dengan senang hati. Ingin yang lebih serius, anda bisa menonton di chanel lain, yang menyajikan flora dan fauna dalam layar lebar (high vision).
Atau, jika anda tertarik dengan sejarah bangsa-bangsa di dunia, tertarik dengan berbagai kebudayaan di berbagai negara, ada pula acara quiz untuk itu. Bahkan, sebagai seorang Indonesia, saya sangat interest dengan acara ini. Banyak bagian Indonesia yang baru saya ketahui setelah melihat quiz ini, karena Indonesia beberapa kali muncul sebagai bahasa acara.
Tidak sampai di situ. Fenomena sehari-hari bahkan dijelaskan dengan ilmiah populer dan menarik. Misalnya, bagaimana memasak nasi yang enak, dengan terlebih dahulu meneliti parameter nasi yang enak tersebut bagaimana. Bagaimana kelengketannya, kandungan airnya, struktur permukaannya. Semua dengan eksperimen!
Informasi iptek baru, seperti pembacaan genom manusia atau pengobatan penyakit kanker yang paling mutakhir dikemas dalam acara khusus televisi dalam beberapa seri.
Bahkan musibah atau kecelakaan alat transportasi seperti kecelakaan pesawat bukan suatu hal yang begitu saja dilewatkan. Sebab-sebab untuk mencari penyebab kecelakaan dan analisanya sehingga tidak terulang di lain waktu juga menjadi ajang persaingan berita berbagai stasiun TV.
Walau acara-acara seperti ini kental dengan promosi suatu produk perusahaan. Tetapi tak mengurangi nilai ilmiah dan kejujuran. Karena para pakar dari universitas dan lembaga penelitian banyak dipakai untuk menjelaskan berbagai fenomena yang ada.
Jadi dalam sosialisasi iptek dengan TV ini banyak sekali yang diuntungkan. Stasiun televisi karena mendapat masukan dari iklan, pihak sponsor karena bisa mempromosikan produknya, para ahli yang bisa menjadi ajang publikasi kepakarannya dan penelitiannya, di tambah pihak pemirsa T yang menjadi tercerahkan oleh program iptek yang ditontonnya.
Anda pun bisa belajar autodidak lewat TV asal serius dan disiplin. Karena TV pendidikan milik pemerintah menyediakan program bahasa asing, dari Inggris sampai Rusia. Sayang belum ada bahasa Indonesia.
TV pendidikan pemerintah juga menyajikan kuliah dari berbagai profesor dari universitas secara periodik. Orang Jepang lulusan SMA bisa punya pengetahuan selevel mahasiswa graduate asal dia mau berlama-lama dan disiplin mendengarkan kuliah banyak profesor dari berbagai bidang lewat TV.
Dapat disimpulkan, televisi Jepang adalah bukan media hiburan semata-mata. Nampaknya, tanpa gembar-gembor, TV Jepang menyadari perannya yang sangat besar dalam sosialisasi iptek yang merupakan tulang punggung perekonomian mereka. Bagaimana menyajikan iptek dengan suasana menyenangkan dan menarik tanpa mengurangi bobot ilmiahnya, bagaimana menyajikan iptek dalam bahasa persuasif dan mudah dipahami orang awam nampaknya menjadi strategi pemasaran tiap-tiap stasiun televisi.
Media massa lain, seperti surat kabar daerah juga tak ketinggalan peran. Surat kabar daerah menyediakan kolom khusus untuk iptek setiap harinya, dan para wartawannya melakukan kunjungan secara periodik ke laboratorium-laboratorium universitas maupun lembaga penelitian daerah. Buat lembaga penelitian atau universitas, dengan dimasukkan hasil penelitiannya dalam kolom iptek koran, di samping merupakan salah satu sumbangsihnya kepada masyarakat, juga merupakan sarana publikasi peneliti dan lembaga yang bersangkutan.
Sosialisasi iptek di Indonesia
Sosialisasi iptek di Indonesia masih kembang kempis. Kenyataan yang harus segera dirubah. Walau ada pula beberapa kemajuan seperti adanya beberapa situs iptek yang menyajikan berita iptek yang di update setiap hari. Namun, lagi-lagi, ini hanya bisa dinikmati oleh kalangan yang mampu ber-Internet, sehingga informasi iptek hanya bisa merambah masyarakat kelas menengah ke atas. Belum bisa merambah pedesaan dan daerah.
Di sinilah peran besar surat kabar daerah maupun stasiun televisi. Sudah saatnya untuk melirik iptek sebagai komoditas hiburan sekaligus informasi. Karena sekarang, di Indonesia TV dan koran daerah relatif telah menjamah pedesaan.
Di atas semua itu adalah kelancaran penelitian dan pengembangan iptek itu sendiri. Karena sosialisasi tentu saja membutuhkan produk penelitian, yang inovatif maupun improvitatif. Yang tak akan ada hasilnya jika penelitian mandek. Di sinilah dituntut peran besar perguruan tinggi dan lembaga penelitian, karena di dalamnya berkumpul SDM-SDM iptek.
Juga kesadaran para peneliti sendiri untuk memasyarakatkan penelitiannya sangat penting. Mungkin kita harus meniru para peneliti Filipina, yang menyiarkan penelitiannya lewat radio-radio. Karena di Filipina, konon hanya media inilah yang bisa merambah desa-desa. Peneliti tidak dapat meminta masyarakat dan negara untuk mengalokasikan dana besar untuk pengembangan iptek jika kita tidak untuk mengalokasikan dana besar untuk pengembangan iptek jika kita tidak mempromosikannya kepada masyarakat. Karena masyarakat yang mengerti dan sadar akan pentingnya iptek tidak dapat dihasilkan dalam waktu instant, tetapi membutuhkan waktu bertahap serta usaha para peneliti untuk memasyarakatkan sendiri iptek.